Posted by WhoKnew on the September 1, 2007
Berjuta pikiran
Berjuta angan terbang melayang
Menjauh dari hati pada seorang manusia
Menjauh dari pijakan datar bumi
Menuju langit yang tak berujung
Hampa rasanya
Menjalani hidup yang sudah jelas tujuannya, tapi tidak ada siapa-siapa ketika menengok ke belakang
Hampa rasanya
Detik demi detik, hari demi hari dijalani dengan pertanyaan, “Kapan ini akan berakhir?”
Hampa rasanya berjalan melihat peta, tahu akan apa yang menjadi tujuan, tapi tidak tahu arah mana yang harus dituju
Berjalan melewati batu besar
Mengira hanya sebuah batu besar yang dapat dilalui hanya dengan satu lompatan
Tapi tidak
Ada dua, bahkan tiga dan empat buah batu besar yang harus dilalui
Letih sudah aku melompat
Letih sudah aku melihat batu
Berharap dapat berputar balik untuk memilih jalur lain
Tapi sudah terlambat
Kita tidak punya banyak waktu
Hanya dapat terus melompat, melompat, dan melompat
Kenyang sudah aku meminum keringatku
Kenyang sudah aku memakan dagingku
Hanya merasakan haus dan lapar akan sebuah pelukan hangat
Berharap dapat berputar balik hanya untuk mendapatkan sebuah jawaban
Berharap dapat kembali ke masa itu hanya untuk mengucapkan “Selamat Tidur” di depan wajahmu
Terus berharap, berharap, dan berharap
Hanya mampu berharap hingga kenyang dengan harapan kosong
Monday, November 3, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment